BAB 5 STRUKTUR KONTROL
A.STRUKTUR KONTROL
PERCABANGAN
Digunakan untuk memilih
blok pernyataan sesuai dengan kondisi pada struktur percabangan,apabila kondisi
terpenuhi maka satu atau lebih pernyataan akan dijalankan.
1.percabangan
denagan 1 kondisi
Percabangan 1 kondisi
digunakan perintah if dengan format
sebagai berikut:
If(kondisi) pernyataan 1;
Atau
If(kondisi) {
Pernyataan1;
Pernyataan2;
...
}
2.percabangan 2
kondisi
Percabangan dua kondisi
memiliki format sebagai berikut:
If(kondisi) {
Pernyataan1;
Pernyataan2;
...
}
Else {
Pernyataan1;
Pernyataan2;
...
}
3.percabangan lebih dari 2
kondisi
Pada percabangan lebih dari 2 kondisi ini terdapat banyak
pilihan pernyataan yang dapat dijalankan untuk kemungkinan setiap
kondisi.berikut adalah contoh pergramnya:
/* perogram menentukan nilai rapot siswa*/
#include <stdio.h>
Int main ()
Float rata2
_ujian;
Printf(“masukan
nilai rata-rata ujian siswa: “);
Scanf(“%f”, &rata2_ujian);
Prinf(“siswa
mendapatkan nilai “);
If(rata2_ujian
>=80) printf(“A”);
Else if(rata2_ujian >=60) printf(“B”);
Else if(rata2_ujian
>=40) printf(“C”);
Else printf(“D”);
Return 0;
}
Format dasar swich sebagai barikut:
Swicth (variabel){
Case nilai_konstan1:
Blok_pernyataan1;
Break;
Case nilai_konstan2:
Blok_pernyataan2;
Break;
...
Default;
Blok_pernyataan_alternatif;
}
4.percabangan bersarang (nested)
Digunakan untuk
pemeriksaan kondisi secara berlapis.bentuk umumnya adalah sebagai berikut:
If(kondisi1)
If(kondisi2)
...
If(kondisi-n)
pernyataan1;
Else
pernyataan2;
...
Else pernyataan-n;
Else pernyataan-n+1;